Selamat berbelanja, Login

Pengertian Plastik Dan Sejarah Plastik

09 Oct 2020 Tips dan Trik

Pengertian Plastik

Plastik adalah salah satu makromolekul yang proses pembentukannya melalui tahap polimerisasi. Polimerisasi adalah suatu proses penggabungan dari beberapa molekul sederhana atau monomer menjadi molekul besar yang disebut makromolekul atau polimer melalui suatu proses kimia.

Surono (2013) menyatakan pendapatnya mengenai plastik, yaitu senyawa polimer yang unsur pembentuk atau pembangunnya adalah hidrogen dan karbon. Pengertian ini juga sejalan dengan pendapat Ningsih (2010) bahwa plastik adalah produk polimerisasi sintetik yang terbentuk dengan dasar kondensasi organik dan campuran zat tertentu.

Sementara itu Apriyanto dan Aryanti (2013) juga memberikan pengertian tentang plastik, yaitu suatu bentuk barang yang berasal dari material polimer yang didinginkan serta digunakan untuk mengemas. Menurutnya plastik dapat dicetak dengan berbagai macam jenis dan bentuk.

Bahan plastik dapat dibentuk berdasarkan apa yang dibutuhkan ketika terpapar oleh tekanan dan suhu panas. Bentuknya sendiri bermacam-macam mulai dari batangan, balok, hingga silinder. Semua bentuk dasar tersebut kemudian dapat diolah kembali menjadi kresek, pembungkus makanan, kemasan botol, dan sebagainya.

Plastik adalah bahan yang sangat mudah terbakar, sehingga dapat meningkatkan peluang terjadinya kebakaran. Belum lagi asap yang dihasilkan dari pembakaran plastik mengandung gas beracun seperti Hidrogen Sianida (HCN) dan Karbon Monoksida (CO) yang berbahaya bagi tubuh. Dampaknya bagi lingkungan adalah menyebabkan pencemaran udara.

Membuang plastik ke alam bebas juga tidak dianjurkan, karena sulit terurai oleh mikroorganisme dan mengakibatkan penurunan populasi fauna di tanah. Dampak buruk yang dihasilkan adalah menurunnya persediaan mineral organik dan anorganik dan juga menghalangi ruang udara, sehingga jasad renik kekurangan oksigen di dalam tanah.

Sejarah Plastik

Sejarah plastik dimulai pada tahun 1862, ketika Alexander Parkes pertama kali menemukan produk yang terbuat dari selulosa. Produk tersebut kemudian dikenal dengan nama parkesine. Selanjutnya seorang ahli kimia berkebangsaan New York bernama Leo Baeklend menghasilkan bahan sintetis pertama pada tahun 1907.

Bahan sintetis temuan Baekland tersebut dikenal dengan sebutan bakelite dan berbentuk resin cair. Bakelite tersebut mempunyai sifat tidak mencair, tidak meleleh saat dicelup dalam larutan asam cuka, dan juga tidak terbakar. Hanya saja dengan karakteristik tersebut bahan bakelite menjadi tidak bisa berubah lagi.

Plastik seperti yang saat ini dikenal sendiri baru mulai dikembangkan secara luas pada tahun 1975 oleh beberapa tokoh besar seperti Montgomery Wrad, J. C,. Penny, Montomery Ward, Sear, dan masih banyak tokoh penting lainnya.

Perkembangan plastik di pasaran sejak tahun tersebut mengalami peningkatan yang signifikan. Di mana pada tahun 1930-an jumlah produksi dalam setahun hanya mencapai beberapa ratus ton, sedangkan pada tahun 1990-an meningkat menjadi 150 juta tin dan patd tahun 2002.